Cara Menyimpan Pallet Plastik yang Benar agar Aman dan Tidak Mudah Rusak

02 Maret 2026

Cara menyimpan pallet plastik perlu disesuaikan dengan kondisi pallet, apakah dalam keadaan kosong atau sedang membawa barang. Metode penyimpanannya juga berbeda antara pallet yang ditumpuk di lantai, pallet nestable, pallet stackable, dan pallet yang ditempatkan pada sistem racking.

Penyimpanan yang kurang tepat dapat menyebabkan pallet tidak stabil, mengalami deformasi, terkena benturan forklift, atau menerima beban di luar kondisi yang dirancang.

Karena itu, sebelum menentukan metode penyimpanan, periksa kondisi lantai, desain pallet, berat barang, static load, racking load, batas penumpukan yang ditetapkan untuk model tersebut, serta material handling equipment yang digunakan.

Bedakan Penyimpanan Pallet Kosong dan Pallet Bermuatan

Langkah pertama adalah membedakan pallet kosong dan pallet yang masih membawa barang.

Keduanya menerima kondisi beban yang berbeda sehingga prosedur penyimpanannya tidak sebaiknya disamakan.

Penyimpanan pallet kosong

Ketika tidak membawa barang, pallet dapat disusun untuk mengurangi penggunaan ruang gudang.

Metode penyusunannya bergantung pada desain pallet.

Pallet nestable dirancang agar sebagian struktur satu pallet dapat masuk ke pallet lain ketika kosong. Desain ini dapat mengurangi volume penyimpanan dan kebutuhan ruang saat pallet dikembalikan.

Pallet stackable disusun satu di atas lainnya tanpa saling masuk. Karena itu, tinggi tumpukan perlu mengikuti batas yang direkomendasikan untuk model pallet dan kondisi area penyimpanan.

Jangan menentukan jumlah maksimum pallet kosong dalam satu tumpukan hanya berdasarkan perkiraan. Berat pallet, desain, kestabilan tumpukan, tinggi gudang, equipment, dan rekomendasi produsen perlu diperhitungkan.

Penyimpanan pallet bermuatan

Pallet yang membawa barang memerlukan perhatian lebih karena pallet harus menopang berat muatan.

Jika disimpan langsung di lantai, periksa static load pallet dan kestabilan barang.

Jika pallet beserta barang akan ditumpuk secara vertikal, pastikan:

  • desain pallet memang mendukung stacking;
  • barang atau kemasan mampu menerima beban dari tumpukan di atasnya;
  • distribusi beban merata;
  • susunan barang stabil;
  • tinggi tumpukan sesuai prosedur keselamatan gudang.

Jika pallet ditempatkan pada rack, gunakan pallet yang memiliki racking load sesuai dengan berat barang dan konfigurasi rack.

Untuk memahami perbedaan ketiga desain tersebut, baca panduan nestable, stackable, dan rackable pallet.

1. Gunakan Area Penyimpanan yang Sesuai

Pilih area yang sesuai dengan kondisi dan fungsi pallet.

Untuk penyimpanan indoor, area sebaiknya:

  • memiliki permukaan yang stabil;
  • bebas dari benda tajam;
  • tidak memiliki genangan air;
  • tidak mengganggu jalur forklift atau pekerja;
  • memiliki ruang yang cukup untuk mengambil dan menempatkan pallet;
  • sesuai dengan persyaratan hygiene apabila digunakan pada industri dengan kontrol kebersihan tinggi.

Jika pallet disimpan di area outdoor atau semi-outdoor, kondisi lingkungan juga perlu dipertimbangkan.

Paparan sinar matahari, temperatur, hujan, debu, dan perubahan cuaca dalam jangka panjang dapat memengaruhi material atau kondisi pallet tergantung spesifikasinya.

Jika pallet memang harus disimpan di luar ruangan untuk periode yang panjang, konfirmasikan kesesuaian material dan model kepada produsen.

2. Pastikan Kondisi Lantai Rata dan Stabil

Permukaan tempat pallet disimpan memiliki pengaruh langsung terhadap kestabilan tumpukan.

Lantai yang tidak rata dapat membuat satu sisi pallet menerima support berbeda dan menyebabkan tumpukan menjadi miring.

Sebelum meletakkan pallet, periksa apakah:

  • permukaannya rata;
  • tidak ada lubang atau kerusakan lantai;
  • area bebas dari batu, potongan kayu, baut, atau benda tajam;
  • tidak terdapat material yang mengganggu runner atau kaki pallet;
  • lantai mampu mendukung berat pallet dan muatannya.

Pallet plastik tidak harus selalu diberi alas tambahan hanya untuk menghindari kontak dengan lantai.

Jika pallet ditempatkan langsung di lantai gudang, yang lebih penting adalah memastikan permukaan bersih, rata, stabil, dan sesuai dengan SOP fasilitas.

Untuk industri makanan, farmasi, atau area dengan kontrol hygiene tertentu, ikuti ketentuan internal fasilitas mengenai penyimpanan pallet bersih. Jika SOP mewajibkan pallet tidak bersentuhan langsung dengan lantai, gunakan rack, stand, atau metode penyimpanan yang telah disetujui.

3. Jangan Menentukan Tinggi Tumpukan Berdasarkan Angka Umum

Jumlah pallet yang dapat disusun dalam satu tumpukan tidak dapat disamaratakan.

Hindari menggunakan aturan seperti "semua pallet plastik aman ditumpuk 20 unit" karena setiap produk dapat memiliki:

  • berat berbeda;
  • bentuk berbeda;
  • dimensi berbeda;
  • desain kaki atau runner berbeda;
  • tingkat kestabilan berbeda.

Kondisi fasilitas juga memengaruhi tinggi tumpukan yang aman.

Perhatikan:

  • tinggi plafon;
  • sprinkler clearance;
  • kestabilan lantai;
  • area gempa;
  • traffic forklift;
  • cara operator mengambil pallet;
  • aturan keselamatan gudang.

Gunakan batas penumpukan berdasarkan spesifikasi model, rekomendasi produsen, dan risk assessment fasilitas.

Jika informasi mengenai jumlah maksimum tumpukan tidak tersedia pada datasheet, konfirmasikan kepada supplier sebelum menentukan standar operasional.

4. Susun Pallet Kosong Secara Sejajar

Saat pallet kosong ditumpuk, pastikan setiap unit berada pada posisi yang sesuai dengan desainnya.

Hindari kondisi seperti:

  • satu pallet bergeser jauh dari pallet di bawahnya;
  • sebagian kaki tidak mendapat support;
  • tumpukan terlihat miring;
  • pallet berbeda ukuran dicampurkan dalam satu tumpukan tanpa evaluasi;
  • pallet rusak berada di bagian bawah tumpukan.

Untuk stackable pallet, sejajarkan bagian kaki atau runner agar beban tumpukan diteruskan melalui bagian struktur yang memang dirancang menerima beban.

Untuk nestable pallet, pastikan setiap pallet masuk pada posisi nesting yang benar dan tidak tersangkut akibat deformasi atau benda asing.

5. Jangan Mencampur Pallet Rusak dengan Pallet yang Siap Digunakan

Pallet rusak sebaiknya memiliki area karantina tersendiri.

Jika pallet retak, patah, melengkung, atau mengalami kerusakan pada runner dan fork entry, jangan langsung memasukkannya kembali ke tumpukan pallet operasional.

Hal tersebut dapat membuat pallet rusak tidak sengaja digunakan kembali.

Sebelum pallet disimpan, lakukan pemeriksaan sederhana pada:

  • deck;
  • kaki;
  • runner;
  • sudut pallet;
  • fork entry;
  • bagian bawah;
  • reinforcement jika tersedia;
  • bentuk keseluruhan.

Gunakan checklist inspeksi pallet plastik sebelum digunakan untuk membantu tim warehouse memisahkan pallet yang layak, perlu diperiksa lebih lanjut, atau perlu dihentikan penggunaannya.

6. Bersihkan dan Keringkan Pallet Sebelum Penyimpanan Jika Diperlukan

Pallet yang terkena tumpahan, residu barang, minyak, tanah, atau kotoran sebaiknya ditangani sebelum masuk ke area penyimpanan pallet bersih.

Kebutuhan pencucian bergantung pada jenis kontaminasi dan standar fasilitas.

Setelah dicuci, pastikan pallet telah melalui proses pembilasan dan pengeringan yang sesuai sebelum ditumpuk, terutama pada lingkungan dengan persyaratan hygiene tinggi.

Jangan menggunakan satu metode pencucian untuk semua pallet tanpa memperhatikan material dan spesifikasi produk.

Panduan dasarnya dapat dibaca pada artikel cara membersihkan pallet plastik yang benar.

7. Perhatikan Static Load Saat Menyimpan Pallet Bermuatan di Lantai

Ketika pallet beserta barang berada di lantai, kapasitas static load menjadi salah satu parameter yang perlu diperiksa.

Static load menggambarkan kapasitas pallet dalam kondisi diam dengan support yang sesuai.

Namun, angka static load tidak boleh langsung digunakan sebagai batas tinggi stacking.

Sebagai contoh, pallet dengan static load 4.000 kg tidak berarti perusahaan dapat menumpuk barang hingga total 4.000 kg tanpa mempertimbangkan faktor lain.

Kemampuan stacking juga dipengaruhi oleh:

  • kekuatan kemasan barang;
  • titik tumpu antar pallet;
  • distribusi muatan;
  • kestabilan tumpukan;
  • pusat gravitasi;
  • tinggi total;
  • prosedur keselamatan.

Jika berat barang belum dihitung, gunakan panduan cara memilih kapasitas pallet plastik berdasarkan berat barang.

8. Gunakan Racking Load untuk Pallet yang Disimpan di Rack

Kondisi pallet di lantai berbeda dengan kondisi pallet di pallet rack.

Saat berada di lantai, bagian bawah pallet memperoleh support yang relatif luas.

Ketika ditempatkan pada rack, pallet biasanya hanya mendapatkan support pada bagian tertentu sesuai konfigurasi beam atau support rack.

Karena itu, gunakan racking load sebagai salah satu acuan untuk pallet bermuatan yang akan ditempatkan di rack.

Jangan menggunakan angka static load sebagai pengganti racking load.

Sebagai ilustrasi, pallet dapat memiliki static load 4.000 kg tetapi racking load hanya 1.000 kg. Pada kondisi tersebut, angka 4.000 kg tidak dapat digunakan sebagai kapasitas pallet ketika berada di rack.

Untuk sistem racking, periksa juga:

  • jarak antar beam;
  • posisi pallet;
  • distribusi barang;
  • overhang;
  • reinforcement;
  • temperatur lingkungan;
  • durasi penyimpanan.

Jika pallet mengalami lenturan ketika disimpan di rak, baca panduan cara mencegah pallet plastik melengkung saat digunakan di racking.

Untuk kebutuhan penyimpanan dengan racking load lebih tinggi, perusahaan juga dapat mengevaluasi Heavy Duty Pallet Intraco sesuai spesifikasi setiap model.

9. Berikan Ruang untuk Akses Material Handling

Tumpukan pallet perlu ditempatkan dengan mempertimbangkan bagaimana operator akan mengambilnya.

Sisakan ruang yang cukup untuk equipment yang digunakan, seperti:

  • forklift;
  • hand pallet;
  • stacker;
  • reach truck.

Hindari menempatkan pallet terlalu dekat dengan:

  • dinding;
  • tiang;
  • rack lain;
  • jalur pejalan kaki;
  • pintu;
  • emergency exit;
  • peralatan keselamatan.

Akses yang terlalu sempit dapat meningkatkan risiko fork mengenai kaki, runner, atau sisi pallet.

Saat menentukan layout, periksa juga arah masuk pallet. Tidak semua pallet memiliki akses yang sama untuk forklift, pallet truck, dan stacker.

10. Pisahkan Pallet Berdasarkan Jenis atau Ukuran

Mengelompokkan pallet dapat membantu operator mengambil produk yang tepat dan menjaga susunan lebih stabil.

Pemisahan dapat dilakukan berdasarkan:

  • ukuran;
  • model;
  • kapasitas;
  • status kosong atau bermuatan;
  • kondisi pallet;
  • area penggunaan;
  • fungsi operasional.

Sebagai contoh, pallet 1200 × 1000 mm sebaiknya tidak sembarangan dicampurkan dengan pallet 1200 × 800 mm dalam satu tumpukan jika struktur keduanya tidak dirancang untuk disusun bersama.

Pemisahan juga dapat membantu menghindari kesalahan ketika perusahaan memiliki pallet dengan static, dynamic, dan racking load yang berbeda.

Nestable, Stackable, atau Rackable: Mana yang Sesuai untuk Penyimpanan?

Metode penyimpanan sangat dipengaruhi oleh desain pallet.

Nestable pallet untuk menghemat ruang pallet kosong

Nestable pallet dirancang agar beberapa pallet kosong dapat saling masuk ketika disusun.

Jenis ini relevan ketika perusahaan memiliki jumlah pallet kosong besar atau biaya penyimpanan dan reverse logistics menjadi pertimbangan.

Kelebihan utamanya terletak pada pengurangan volume pallet kosong.

Nestable tidak berarti pallet tersebut otomatis sesuai untuk racking.

Stackable pallet untuk penyusunan vertikal

Stackable pallet memiliki desain bagian bawah yang memungkinkan pallet disusun secara stabil sesuai konfigurasi produk.

Jenis ini dapat digunakan ketika gudang membutuhkan pallet yang dapat disusun vertikal.

Jika pallet membawa barang, kemampuan kemasan dan kestabilan muatan tetap perlu diperhitungkan.

Rackable pallet untuk sistem pallet rack

Rackable pallet dirancang untuk menopang muatan ketika pallet ditempatkan pada support rack tertentu.

Parameter pentingnya adalah racking load, bukan sekadar static load.

Jika perusahaan menggunakan sistem penyimpanan vertikal berbasis rack, pilih model yang memiliki spesifikasi racking sesuai kebutuhan.

Penjelasan lengkap mengenai ketiga jenis tersebut tersedia pada artikel perbedaan nestable, stackable, dan rackable pallet.

Apakah Pallet Plastik Bisa Disimpan di Luar Ruangan?

Bisa atau tidaknya pallet disimpan outdoor perlu ditentukan berdasarkan material, model, durasi penyimpanan, dan lingkungan.

Jika penyimpanan luar ruangan tidak dapat dihindari, pertimbangkan:

  • paparan UV;
  • hujan;
  • debu;
  • temperatur maksimum dan minimum;
  • drainase;
  • lama penyimpanan;
  • kondisi angin;
  • kestabilan tumpukan.

Jangan mengasumsikan seluruh pallet plastik memiliki ketahanan outdoor yang sama.

Untuk penyimpanan jangka panjang, konfirmasikan kemampuan produk terhadap kondisi aktual kepada produsen.

Jika memungkinkan, gunakan area yang dapat melindungi pallet dari paparan lingkungan yang tidak diperlukan.

Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menyimpan Pallet Plastik

Beberapa praktik berikut dapat meningkatkan risiko kerusakan atau ketidakstabilan.

Menumpuk setinggi mungkin tanpa melihat spesifikasi

Batas tumpukan perlu mengikuti model pallet dan kondisi gudang.

Menggunakan static load sebagai batas stacking

Static load bukan angka maksimum tinggi tumpukan.

Kondisi barang dan kestabilan seluruh susunan tetap perlu dihitung.

Memasukkan pallet rusak ke tumpukan pallet layak

Pallet yang rusak dapat tidak sengaja kembali ke operasional atau membuat tumpukan kurang stabil.

Menempatkan pallet pada lantai yang tidak rata

Permukaan yang tidak rata dapat menyebabkan titik support berbeda dan tumpukan menjadi miring.

Menggunakan pallet biasa pada rack tanpa memeriksa racking load

Tidak semua pallet dirancang untuk racking.

Menyimpan pallet kotor bersama pallet bersih

Untuk fasilitas dengan kebutuhan hygiene, pisahkan pallet berdasarkan status kebersihannya.

Mengabaikan ruang manuver forklift

Area yang terlalu sempit dapat meningkatkan risiko benturan pada pallet.

Buat SOP Penyimpanan Pallet Plastik

Untuk gudang dengan jumlah pallet yang besar, prosedur penyimpanan sebaiknya dibuat konsisten.

SOP dapat mencakup:

  1. area pallet kosong;
  2. area pallet bermuatan;
  3. area pallet bersih;
  4. area pallet yang menunggu pencucian;
  5. area karantina pallet rusak;
  6. batas penumpukan setiap model;
  7. arah akses forklift;
  8. proses inspeksi;
  9. aturan penggunaan racking;
  10. pencatatan kerusakan.

Jika perusahaan menggunakan pallet secara berulang, pencatatan tersebut juga dapat membantu mengevaluasi umur penggunaan pallet plastik berdasarkan kondisi dan siklus pemakaiannya.

Pilih Pallet Sesuai Sistem Penyimpanannya

Cara menyimpan pallet plastik perlu ditentukan sejak pemilihan produk.

Jika perusahaan perlu menghemat ruang ketika pallet kosong, desain nestable dapat dipertimbangkan.

Jika pallet perlu disusun secara vertikal, evaluasi desain stackable beserta batas penumpukannya.

Jika pallet bermuatan akan masuk ke pallet rack, pilih rackable pallet dengan racking load yang sesuai dengan berat barang dan konfigurasi rack.

Untuk operasional dengan beban serta penggunaan racking yang lebih tinggi, tersedia pilihan Heavy Duty Pallet Intraco. Setiap model memiliki kapasitas, ukuran, dan konfigurasi material handling yang berbeda sehingga pemilihannya tetap perlu mengikuti kondisi gudang.

Sebelum menentukan pallet, siapkan informasi mengenai berat barang, ukuran, metode penyimpanan, tinggi stacking, konfigurasi rack, forklift atau hand pallet, serta jumlah pallet kosong yang perlu disimpan.

Tim Intraco Pallet dapat membantu mencocokkan kebutuhan tersebut dengan desain dan spesifikasi pallet plastik yang sesuai untuk sistem penyimpanan perusahaan.

Other Article

Ingin dapatkan spesifikasi & penawaran terbaik?

Yuk ngobrol dengan tim sales kami!
Please rotate your phone to acccess the website
Yuk ngobrol dengan tim sales kami!