Cara Mencegah Pallet Plastik Melengkung Saat Digunakan di Racking

12 September 2026

Pallet plastik bisa melengkung saat ditempatkan di atas rack apabila kapasitas pallet, berat barang, distribusi beban, atau support rack tidak sesuai.

Karena itu, memilih pallet untuk racking tidak cukup hanya melihat angka static load yang besar. Parameter yang lebih penting adalah racking load, yaitu kemampuan pallet menahan barang ketika pallet hanya mendapat support dari bagian tertentu pada rack.

Lalu, apa yang harus diperhatikan agar pallet tidak cepat melengkung? Berikut penyebab dan cara mencegahnya.

Mengapa Pallet Plastik Bisa Melengkung Saat Diletakkan di Racking?

Kondisi pallet ketika berada di lantai berbeda dengan ketika berada di pallet rack.

Saat berada di lantai yang rata, bagian bawah pallet mendapatkan support yang jauh lebih luas. Sementara itu, ketika diletakkan di rack, sebagian area pallet dapat berada di antara rack beam tanpa support langsung.

Akibatnya, pallet harus menahan gaya bending atau lenturan yang lebih besar.

Pallet yang melengkung juga tidak selalu berarti material plastiknya kurang kuat. Beberapa faktor dapat bekerja bersamaan, seperti:

  • berat barang terlalu besar;
  • beban terkonsentrasi pada satu titik;
  • pallet tidak dirancang untuk racking;
  • jarak support rack terlalu lebar;
  • pallet digunakan menahan beban dalam waktu lama; atau
  • kondisi temperatur penyimpanan tidak sesuai.

1. Beban Melebihi Racking Load Pallet

Salah satu kesalahan paling umum adalah menggunakan angka static load sebagai patokan kapasitas pallet ketika berada di rack.

Padahal, static load dan racking load adalah dua kondisi yang berbeda.

Sebagai contoh, Intraco Heavy Duty Pallet H1212S4-2A memiliki spesifikasi:

  • Static load: hingga 4.000 kg
  • Dynamic load: hingga 1.000 kg
  • Racking load: 1.000 kg

Artinya, angka static load 4.000 kg tersebut tidak boleh langsung digunakan sebagai patokan bahwa pallet bisa membawa beban 4.000 kg ketika berada di racking karena ketahanan muatan bisa berbeda sesuai dengan jenis pemuatan yang dilakukan seperti dynamic load (muatan bergerak).

2. Beban Barang Tidak Terdistribusi Secara Merata

Berat total barang bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.

Misalnya, dua pallet sama-sama membawa barang seberat 800 kg. Pallet pertama berisi karton yang memenuhi hampir seluruh permukaan pallet, sedangkan pallet kedua membawa mesin dengan kaki yang hanya bertumpu pada beberapa titik.

Walaupun berat totalnya sama, tekanan yang diterima permukaan pallet dapat berbeda. Hal serupa dapat terjadi pada:

  • drum;
  • mesin;
  • big bag;
  • container;
  • gulungan material; atau
  • barang dengan footprint kecil tetapi berat.

Karena itu, kapasitas pallet sebaiknya tidak dievaluasi hanya berdasarkan berat total.

3. Pallet Tidak Memiliki Struktur yang Sesuai untuk Racking

Tidak semua pallet plastik dibuat untuk digunakan di rack.

Pallet untuk racking membutuhkan struktur yang mampu mempertahankan bentuk ketika sebagian area bawah pallet tidak mendapatkan support langsung.

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan antara lain:

  • desain bottom deck;
  • jumlah dan posisi runner;
  • kekakuan atau rigidity pallet;
  • material pallet; dan
  • penggunaan reinforcement.

Pada aplikasi tertentu, pallet dengan steel reinforcement dapat dipertimbangkan untuk meningkatkan kekakuan struktur.

Apa Perbedaan Static, Dynamic, dan Racking Load?

Sebelum memilih pallet untuk gudang, penting untuk memahami tiga jenis kapasitas beban berikut.

Jenis Beban Kondisi Pallet Digunakan Sebagai Acuan Untuk
Static load Pallet diam di atas permukaan datar Penyimpanan atau stacking di lantai
Dynamic load Pallet sedang diangkat atau dipindahkan Forklift, pallet truck, dan aktivitas handling
Racking load Pallet ditempatkan di atas rack Penyimpanan pada pallet racking

Static Load Saat Pallet Berada di Lantai

Static load menunjukkan kemampuan pallet menahan barang ketika pallet diam di atas permukaan yang rata. Karena bagian bawah pallet mendapatkan support yang luas, nilai static load biasanya lebih besar dibandingkan kapasitas pada kondisi racking.

Dynamic Load Saat Pallet Dipindahkan

Dynamic load berkaitan dengan kapasitas pallet ketika pallet diangkat atau dipindahkan menggunakan material handling equipment yang sesuai.

Dalam kondisi ini, pallet tidak lagi mendapatkan support dari lantai dan harus menahan barang selama proses handling.

Racking Load Saat Pallet Ditopang oleh Rack

Racking load adalah kapasitas yang perlu diperhatikan ketika pallet ditempatkan pada pallet rack.

Pallet pada kondisi ini biasanya hanya ditopang pada area tertentu sehingga terdapat bagian pallet yang tidak mendapatkan support langsung. Karena itu, jangan menggunakan angka static load sebagai pengganti racking load.

Jika Anda masih membedakan pallet berdasarkan cara penyimpanan dan desainnya, baca juga pembahasan mengenai Nestable vs Stackable vs Rackable Pallet.

7 Cara Mencegah Pallet Plastik Melengkung Saat Digunakan di Racking

Berikut checklist yang dapat digunakan tim warehouse maupun purchasing sebelum menempatkan pallet plastik di rack.

1. Gunakan Pallet yang Memiliki Spesifikasi Racking Load

Jangan berasumsi bahwa semua pallet heavy duty otomatis dapat digunakan pada pallet rack. Periksa spesifikasi produk dan cari informasi mengenai racking load atau kapasitas khusus untuk penggunaan di rack.

Apabila spesifikasi hanya mencantumkan static dan dynamic load, sebaiknya tanyakan terlebih dahulu kepada produsen apakah pallet tersebut dapat digunakan pada sistem rack Anda.

2. Jangan Melebihi Kapasitas Racking yang Direkomendasikan

Hitung seluruh berat yang akan ditanggung pallet, bukan hanya berat produk utama.

Perhitungan sebaiknya mencakup:

  • berat barang;
  • kemasan;
  • container atau box;
  • material pelindung;
  • serta komponen lain yang ikut berada di atas pallet.

Jika berat aktual sudah mendekati batas racking load, hindari menggunakan perkiraan kasar. Timbang atau hitung berat aktual terlebih dahulu sebelum pallet ditempatkan di rack.

3. Distribusikan Beban Secara Merata di Atas Pallet

Usahakan barang tidak menumpuk hanya di tengah atau salah satu sisi pallet. Distribusi beban yang lebih merata membantu pallet menerima tekanan secara lebih seimbang.

Untuk barang berat dengan footprint kecil, seperti mesin atau container tertentu, perusahaan dapat mengevaluasi penggunaan alas tambahan atau konfigurasi packing yang membantu menyebarkan beban ke area pallet yang lebih luas.

4. Sesuaikan Pallet dengan Span dan Support Rack

Konfigurasi rack juga menentukan bagaimana pallet menerima beban. Salah satu konsep penting adalah unsupported span, yaitu bagian pallet yang tidak mendapatkan support langsung dari rack.

Secara sederhana, semakin panjang area pallet yang harus “menjembatani” ruang tanpa support, semakin besar tuntutan terhadap kekakuan pallet.

Karena setiap desain pallet dan rack berbeda, tidak ada satu angka jarak beam yang dapat digunakan untuk semua pallet. Sebelum menentukan pallet, periksa:

  • jenis rack;
  • posisi rack beam;
  • jarak antar-support;
  • arah pallet ditempatkan;
  • dan apakah terdapat decking atau support tambahan.

Baca juga: Cara Memilih Pallet Plastik Sesuai Kebutuhan Bisnis

5. Pertimbangkan Pallet dengan Steel Reinforcement

Steel reinforcement dapat membantu meningkatkan stiffness atau kekakuan struktur pallet. Namun, bukan berarti semua aplikasi racking wajib menggunakan reinforcement.

Pilihan ini lebih relevan ketika pallet:

  • digunakan berulang kali di rack;
  • membawa barang relatif berat;
  • memiliki area tanpa support yang cukup besar;
  • membutuhkan kestabilan dimensi yang tinggi; atau
  • digunakan pada warehouse otomatis.

Yang terpenting, tetap periksa racking load dari model pallet tersebut. Jangan hanya mengandalkan keberadaan besi reinforcement.

6. Perhatikan Temperatur dan Lama Penyimpanan

Plastik dapat mengalami perubahan bentuk secara bertahap ketika terus menerima beban dalam waktu panjang. Dalam engineering plastik, fenomena ini dikenal sebagai creep.

Temperatur juga dapat memengaruhi karakteristik material. Karena itu, pallet yang digunakan untuk:

  • cold storage;
  • area bersuhu tinggi;
  • penyimpanan barang berat dalam jangka panjang; atau
  • kondisi operasional ekstrem

Sebaiknya dipilih berdasarkan kondisi penggunaan aktual. Jangan hanya mengandalkan kapasitas beban tanpa memberi tahu produsen mengenai temperatur dan lama penyimpanan barang.

7. Lakukan Inspeksi Pallet Sebelum Masuk ke Racking

Pallet yang terlihat masih dapat digunakan di lantai belum tentu masih layak ditempatkan di rack.

Sebelum putaway, lakukan pemeriksaan visual terhadap:

  • retak pada deck;
  • runner rusak atau berubah bentuk;
  • deck mulai turun;
  • perubahan bentuk permanen;
  • reinforcement bergeser atau rusak;
  • kerusakan akibat benturan forklift; dan
  • bagian pallet yang tidak lagi simetris.

Jika pallet telah mengalami deformasi yang cukup jelas, sebaiknya jangan langsung menggunakannya kembali untuk aplikasi racking tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

Apakah Pallet yang Sedikit Melengkung Masih Aman Digunakan?

Sedikit lenturan ketika pallet menerima beban tidak selalu berarti pallet telah rusak. Namun, tidak ada satu batas deflection yang berlaku untuk seluruh jenis pallet plastik.

Batas yang diperbolehkan bergantung pada desain pallet, berat dan jenis barang, konfigurasi rack, serta spesifikasi pabrikan.

Hal utama yang perlu diperhatikan adalah apakah lenturan tersebut masih berada dalam batas desain dan tidak mengganggu kestabilan barang maupun posisi pallet di rack.

Bedakan Deflection Sementara dan Deformasi Permanen

Deflection sementara terjadi ketika pallet sedikit melentur saat menerima beban, tetapi kembali ke bentuk semula setelah beban dilepas.

Sementara itu, deformasi permanen terjadi ketika pallet tetap melengkung atau berubah bentuk setelah beban dilepas.

Jika perubahan bentuk semakin besar atau pallet tidak kembali ke bentuk semula, kondisinya perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan bahwa pallet menerima beban atau kondisi penggunaan yang melebihi kemampuannya.

Hentikan Penggunaan Jika Stabilitas Pallet Mulai Terganggu

Jangan terus menggunakan pallet di racking apabila ditemukan kondisi seperti:

  • bagian tengah pallet turun secara tidak normal;
  • barang di atas pallet menjadi tidak stabil;
  • pallet tidak lagi duduk dengan posisi yang konsisten pada beam;
  • runner berubah bentuk;
  • terdapat retakan;
  • reinforcement mengalami kerusakan; atau
  • deformasi tetap terlihat setelah beban dilepas.

Ikuti spesifikasi produsen pallet dan prosedur keselamatan gudang perusahaan daripada mencoba menaikkan kapasitas secara mandiri.

Kesalahan yang Membuat Pallet Plastik Cepat Melengkung di Rack

Selain beban berlebih, beberapa kebiasaan berikut juga dapat mempercepat masalah pada pallet.

1. Menggunakan Static Load sebagai Acuan Racking Load

Ini merupakan salah satu kesalahan yang paling mendasar. Static load menunjukkan kapasitas pallet saat diam dan ditopang secara merata oleh lantai. Sementara itu, racking load menunjukkan kapasitas pallet saat diletakkan di atas rak dengan tumpuan yang lebih terbatas.

Karena kondisi penggunaannya berbeda, pallet dengan static load beberapa ton belum tentu mampu menahan beban yang sama saat berada di rak. Karena itu, gunakan nilai racking load sebagai acuan ketika pallet akan ditempatkan di rak gudang.

2. Menggunakan Pallet Non-Rackable karena Ukurannya Sama

Ukuran yang sama tidak berarti kemampuan racking-nya sama. Dua pallet berukuran 1200 × 1000 mm, misalnya, dapat memiliki:

  • desain runner berbeda;
  • berat pallet berbeda;
  • material berbeda;
  • struktur deck berbeda; dan
  • reinforcement berbeda.

Karena itu, ukuran pallet bukan satu-satunya dasar pemilihan.

3. Mengabaikan Perubahan Berat atau Jenis Barang

Pallet sering kali awalnya dibeli untuk produk tertentu, tetapi beberapa bulan kemudian digunakan untuk barang yang berbeda.

Jika berat atau distribusi barang berubah, lakukan evaluasi ulang. Pallet yang cocok untuk karton ringan belum tentu cocok ketika digunakan untuk mesin, drum, atau container dengan berat terkonsentrasi.

4. Menganggap Semua Sistem Rack Memberikan Support yang Sama

Kondisi support pada setiap sistem penyimpanan dapat berbeda.

Contohnya:

  • selective pallet rack;
  • drive-in rack;
  • rack dengan decking; dan
  • automated storage system.

Karena itu, pallet perlu disesuaikan dengan konfigurasi rack yang benar-benar digunakan di gudang.

Baca juga: Definisi dan Manfaat ASRS dalam Sistem Pergudangan

Kapan Perlu Menggunakan Pallet dengan Steel Reinforcement?

Pertimbangkan pallet dengan steel reinforcement apabila perusahaan membutuhkan kekakuan dan kestabilan dimensi yang lebih tinggi.

Reinforcement dapat menjadi pilihan ketika:

  • pallet digunakan berulang kali di racking;
  • muatan relatif berat;
  • jarak bagian pallet tanpa support cukup besar;
  • pallet digunakan dalam jangka panjang;
  • diperlukan stabilitas antardimensi rak yang tinggi; atau
  • pallet akan digunakan pada sistem otomatis seperti ASRS.

Sistem otomatis biasanya membutuhkan posisi dan dimensi pallet yang lebih konsisten karena pallet harus berinteraksi dengan conveyor, shuttle, sensor, maupun perangkat handling otomatis.

Namun, reinforcement tetap harus dilihat bersama spesifikasi racking load dan konfigurasi rack. Pallet dengan reinforcement tidak otomatis cocok untuk semua sistem racking.

Pilihan Pallet Intraco untuk Kebutuhan Racking

Intraco menyediakan berbagai pilihan pallet plastik untuk kebutuhan pergudangan dan penggunaan heavy duty.

Salah satu produk yang dapat digunakan sebagai contoh untuk memahami spesifikasi pallet rackable adalah Heavy Duty Pallet H1212S4-2A.

Heavy Duty Pallet H1212S4-2A dengan Racking Load 1.000 Kg

Spesifikasi Intraco H1212S4-2A meliputi:

Spesifikasi H1212S4-2A
Ukuran 1200 × 1200 × 160 mm
Material PPC/HDPE
Static load Hingga 4.000 kg
Dynamic load Hingga 1.000 kg
Racking load 1.000 kg
Forklift 4-way
Pallet truck 2-way
Stacker 2-way

Contoh tersebut memperlihatkan pentingnya membaca setiap jenis load secara terpisah. Meskipun static load mencapai 4.000 kg, kapasitas racking yang tercantum adalah 1.000 kg.

Kecocokan pallet tetap perlu disesuaikan dengan berat dan bentuk barang, distribusi muatan, posisi rack support, temperatur, serta kondisi operasional gudang.

Cegah Pallet Melengkung dengan Spesifikasi Racking yang Tepat dari Intraco Pallet

Pemilihan pallet untuk racking perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar kapasitas beban. Racking load, distribusi barang, konfigurasi rack, temperatur penyimpanan, hingga kebutuhan reinforcement perlu disesuaikan dengan kondisi operasional gudang.

Sebagai produsen pallet plastik terpercaya di Indonesia dan Asia Tenggara, Intraco Pallet menyediakan berbagai pilihan pallet plastik untuk kebutuhan racking, heavy duty, pergudangan, manufaktur, dan distribusi.

Cek pilihan produk pallet plastik Intraco Pallet untuk menemukan tipe yang sesuai dengan kebutuhan racking perusahaan Anda. Jika masih ragu menentukan kapasitas, ukuran, atau spesifikasi yang tepat, konsultasikan kebutuhan pallet racking Anda dengan tim Intraco Pallet melalui WhatsApp.

Other Article

Ingin dapatkan spesifikasi & penawaran terbaik?

Yuk ngobrol dengan tim sales kami!
Please rotate your phone to acccess the website
Yuk ngobrol dengan tim sales kami!