Pallet plastik dan pallet besi sama-sama digunakan untuk membantu penyimpanan, pemindahan, dan distribusi barang. Perbedaan material membuat keduanya memiliki karakter yang berbeda ketika digunakan untuk menangani beban, ditempatkan di gudang, dicuci, dikirim, atau digunakan secara berulang.
Pallet besi atau baja umumnya dipertimbangkan untuk aplikasi dengan tuntutan struktural tinggi, barang yang sangat berat, dan lingkungan industri tertentu. Pallet plastik tersedia dalam berbagai kelas mulai dari one way, medium duty, heavy duty, hygiene, hingga pallet untuk automated warehouse.
Karena kapasitas setiap model berbeda, pilihan pallet sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan anggapan bahwa satu material selalu lebih kuat atau lebih ekonomis.
Pertimbangkan berat barang, kondisi penggunaan, material handling equipment, kebutuhan kebersihan, sistem racking, frekuensi penggunaan, serta total biaya selama pallet digunakan.
Apa Perbedaan Pallet Plastik dan Pallet Besi?
Pallet plastik dibuat menggunakan material polimer seperti HDPE, PP, atau formulasi material lain sesuai kebutuhan produknya.
Karakter pallet plastik juga ditentukan oleh konstruksinya. Pallet untuk pengiriman satu arah memiliki tuntutan yang berbeda dari pallet heavy duty atau pallet yang ditempatkan pada racking.
Jika ingin memahami perbedaan materialnya, Anda dapat membaca pembahasan material pallet plastik dan karakteristiknya.
Pallet besi biasanya menggunakan baja atau material logam dengan konstruksi yang dirancang berdasarkan kebutuhan beban dan lingkungan operasional. Tipe ini sering ditemukan pada aplikasi industri berat, komponen mesin, material logam, otomotif, atau barang yang membutuhkan struktur pallet tertentu.
Berikut gambaran perbedaannya.
| Faktor | Pallet Plastik | Pallet Besi |
|---|---|---|
| Bobot pallet | Umumnya lebih ringan | Umumnya lebih berat |
| Kapasitas beban | Tergantung material, desain, dan model | Dapat dirancang untuk beban sangat tinggi |
| Korosi | Tidak mengalami karat seperti logam | Perlu mempertimbangkan korosi dan jenis perlindungan permukaan |
| Kelembapan | Tidak menyerap air | Kondisi lembap perlu diperhitungkan sesuai material dan coating |
| Pembersihan | Dapat dicuci, kemudahan tergantung desain | Dapat dibersihkan, tetapi kondisi sambungan dan permukaan perlu diperhatikan |
| Handling | Bobot lebih ringan dapat membantu proses handling | Berat pallet perlu diperhitungkan dalam handling |
| Racking | Harus memiliki racking load yang sesuai | Bergantung konstruksi dan spesifikasi |
| Suhu tinggi | Memiliki batas temperatur berdasarkan material | Beberapa konstruksi logam lebih sesuai untuk temperatur tinggi |
| Perawatan | Tidak membutuhkan pengecatan antikarat | Dapat membutuhkan inspeksi coating, korosi, las, atau struktur |
| Biaya | Bergantung tipe, material, dan spesifikasi | Bergantung material, konstruksi, finishing, dan custom requirement |
Tabel tersebut merupakan gambaran umum. Spesifikasi produk tetap menjadi acuan utama karena dua pallet dari material yang sama dapat memiliki kapasitas dan fungsi berbeda.
1. Perbandingan Kapasitas Beban
Kapasitas merupakan salah satu alasan utama perusahaan membandingkan pallet plastik dan besi.
Pallet besi dapat dirancang untuk menopang beban yang sangat tinggi. Karena itu, material ini sering dipertimbangkan untuk mesin, komponen logam, tooling, material konstruksi, atau aplikasi industri berat tertentu.
Namun, pallet plastik tidak selalu terbatas untuk barang ringan.
Intraco memiliki lini Heavy Duty Pallet untuk kebutuhan industri dengan penggunaan intensif dan kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan kategori pallet plastik untuk pengiriman satu arah atau beban menengah.
Sebagai contoh, model Heavy Duty H1210S4-2M berukuran 1200 × 1000 × 160 mm memiliki rating hingga:
- static load 4.000 kg;
- dynamic load 1.500 kg;
- racking load 1.500 kg.
Angka kapasitas tidak dapat disamaratakan untuk seluruh pallet plastik. Model lain dapat memiliki rating yang lebih rendah atau lebih tinggi sesuai desainnya.
Hal serupa berlaku pada pallet besi. Material besi tidak otomatis menunjukkan kapasitas yang dapat digunakan. Buyer tetap membutuhkan spesifikasi teknis mengenai beban dan cara penggunaannya.
Untuk menentukan rating yang relevan dengan kondisi gudang, baca cara memilih kapasitas pallet berdasarkan berat barang.
2. Static, Dynamic, dan Racking Load Tetap Perlu Dibedakan
Ketika membandingkan kekuatan pallet, jangan melihat satu angka kapasitas saja.
Static load menunjukkan kapasitas ketika pallet dan barang berada dalam kondisi diam dengan support yang sesuai.
Dynamic load digunakan ketika pallet membawa muatan saat dipindahkan dengan material handling equipment yang sesuai.
Racking load digunakan ketika pallet ditempatkan pada sistem rack dengan titik support tertentu.
Sebagai contoh, pallet plastik dengan static load 4.000 kg tidak berarti dapat membawa 4.000 kg ketika diangkat forklift atau ditempatkan di rack.
Prinsip yang sama perlu diterapkan ketika mengevaluasi pallet besi. Kapasitas harus sesuai dengan konfigurasi penggunaan aktual.
Jika pallet akan ditempatkan di rack, pahami juga perbedaan nestable, stackable, dan rackable pallet sebelum menentukan desainnya.
3. Perbandingan Handling di Gudang
Bobot pallet berpengaruh terhadap proses material handling.
Secara umum, pallet plastik memiliki berat kosong lebih rendah daripada konstruksi pallet besi dengan footprint dan fungsi yang sebanding. Namun, berat aktual tetap bergantung pada desain masing-masing produk.
Perbedaan berat dapat berpengaruh ketika perusahaan:
- sering memindahkan pallet kosong;
- melakukan loading dan unloading dalam jumlah besar;
- mengirim pallet bersama barang;
- menggunakan conveyor;
- memiliki closed-loop logistics;
- memperhitungkan berat tare dalam transportasi.
Pallet besi yang lebih berat tetap dapat digunakan secara efisien jika sistem operasional memang menggunakan forklift, crane, conveyor, atau equipment yang dirancang untuk menanganinya.
Karena itu, pertanyaannya bukan sekadar pallet mana yang lebih ringan. Buyer perlu mengevaluasi apakah bobot pallet memberikan dampak berarti terhadap workflow dan biaya distribusi.
4. Perbandingan untuk Lingkungan Basah dan Lembap
Pallet plastik tidak mengalami korosi seperti besi dan tidak menyerap air seperti material berpori.
Karakter ini membuat pallet plastik dapat dipertimbangkan untuk lingkungan yang sering melakukan pencucian atau memiliki tingkat kelembapan tinggi, selama material pallet sesuai dengan kondisi suhu dan bahan kimia yang digunakan.
Pallet besi membutuhkan perhatian terhadap potensi korosi. Tingkat risikonya dipengaruhi jenis logam, coating, finishing, paparan air, bahan kimia, serta kondisi penggunaannya.
Pallet besi dengan perlindungan permukaan yang tepat tentu memiliki karakter yang berbeda dari baja tanpa perlindungan.
Untuk area dengan suhu rendah seperti cold storage dan freezer, pemilihan material plastik juga tidak boleh dilakukan secara general. Karakter HDPE dan PP dapat berbeda pada temperatur rendah.
Jika pallet akan digunakan pada cold chain, lihat panduan memilih pallet plastik untuk cold storage dan freezer.
5. Perbandingan Kebersihan dan Proses Pencucian
Industri makanan, minuman, farmasi, kosmetik, dan beberapa fasilitas produksi memiliki kebutuhan kebersihan yang lebih ketat.
Pallet plastik dapat dicuci dan tidak mengalami korosi akibat air seperti pallet besi. Namun, tingkat kemudahan membersihkan pallet sangat bergantung pada desainnya.
Pallet yang memiliki banyak rongga, sambungan, atau area sulit dijangkau membutuhkan prosedur pencucian yang berbeda dari pallet dengan permukaan yang lebih mudah diakses.
Intraco menyediakan Super Hygiene Pallet untuk aplikasi yang memberikan perhatian tinggi terhadap kebersihan dan kemudahan pembersihan.
Pallet besi tetap dapat digunakan pada lingkungan yang membutuhkan kebersihan apabila material, finishing, desain, dan prosedur sanitasi memenuhi persyaratan fasilitas.
Jadi, material saja tidak dapat menjadi satu-satunya indikator bahwa pallet sudah sesuai standar hygiene.
Untuk operasional yang melakukan pencucian secara berkala, baca juga panduan cara membersihkan pallet plastik.
6. Perbandingan Ketahanan terhadap Benturan
Benturan dapat terjadi saat fork masuk ke pallet, pallet diturunkan ke lantai, barang ditempatkan di atas deck, atau saat pallet berpindah melalui area produksi.
Konstruksi besi memiliki karakter yang kuat dan dapat dirancang untuk menghadapi lingkungan industri dengan risiko benturan tinggi.
Pallet plastik juga tersedia dalam desain heavy duty untuk penggunaan berulang. Namun, kerusakan tetap dapat terjadi jika kapasitas terlampaui, fork mengenai bagian pallet dengan tidak tepat, atau pallet digunakan di luar kondisi yang ditentukan.
Jenis kerusakannya pun berbeda.
Pallet plastik dapat mengalami retak, deformasi, atau kerusakan pada deck dan runner.
Pallet besi dapat mengalami penyok, bengkok, kerusakan pada sambungan las, coating terkelupas, atau korosi pada kondisi tertentu.
Karena itu, durability sebaiknya dinilai berdasarkan kondisi operasional dan frekuensi kejadian tersebut.
7. Perbandingan Perawatan
Pallet plastik umumnya tidak membutuhkan pengecatan untuk mencegah karat.
Perawatannya dapat mencakup:
- pembersihan;
- inspeksi retak;
- pemeriksaan deformasi;
- pemeriksaan runner dan kaki;
- pemeriksaan bagian fork entry;
- pemisahan pallet yang rusak.
Pada pallet besi, jenis perawatan dapat mencakup inspeksi struktur, sambungan atau las, deformasi, kondisi coating, dan tanda korosi.
Di sisi lain, konstruksi pallet besi tertentu dapat diperbaiki dengan proses fabrikasi atau pengelasan jika desain dan kerusakannya memungkinkan.
Pallet plastik yang mengalami kerusakan struktural tertentu mungkin tidak dapat diperbaiki dengan cara yang sama.
Faktor repairability ini perlu dimasukkan dalam perhitungan biaya jangka panjang.
8. Perbandingan Biaya Pallet Plastik dan Besi
Membandingkan harga beli awal saja belum memberikan gambaran biaya yang lengkap.
Perusahaan dapat menggunakan pendekatan Total Cost of Ownership atau TCO dengan mempertimbangkan beberapa komponen.
| Komponen Biaya | Pallet Plastik | Pallet Besi |
|---|---|---|
| Harga pembelian | Bergantung kelas dan spesifikasi | Bergantung material, konstruksi, dan finishing |
| Transportasi | Bobot pallet ikut memengaruhi payload | Bobot yang lebih tinggi perlu diperhitungkan |
| Pembersihan | Tergantung desain dan SOP | Tergantung desain, finishing, dan SOP |
| Korosi | Tidak berkarat seperti logam | Perlu diperhitungkan sesuai kondisi penggunaan |
| Perbaikan | Tergantung jenis kerusakan dan desain | Beberapa konstruksi dapat diperbaiki atau dilas |
| Replacement | Tergantung damage rate dan siklus penggunaan | Tergantung damage rate, korosi, dan siklus penggunaan |
| Reverse logistics | Berat dan volume pallet kosong berpengaruh | Berat pallet dapat meningkatkan beban return |
| Umur pakai | Sangat bergantung penggunaan | Sangat bergantung penggunaan dan perawatan |
Perhitungan sederhananya dapat menggunakan pendekatan:
TCO pallet = harga pembelian + biaya perawatan + biaya handling dan transport + biaya kerusakan atau replacement + biaya reverse logistics
Setelah itu, biaya dapat dibandingkan berdasarkan jumlah siklus penggunaan.
Pallet dengan harga awal lebih tinggi dapat menghasilkan biaya per siklus lebih rendah apabila digunakan cukup lama. Sebaliknya, investasi pada pallet dengan konstruksi berlebihan untuk kebutuhan sederhana juga belum tentu efisien.
Kapan Pallet Plastik Lebih Sesuai?
Pallet plastik dapat dipertimbangkan ketika karakter operasional perusahaan meliputi beberapa kondisi berikut.
Gudang dengan frekuensi handling tinggi
Bobot pallet yang relatif lebih ringan dapat membantu ketika pallet sering bergerak antara receiving, warehouse, area produksi, dan dispatch.
Untuk kebutuhan dengan beban tinggi, perusahaan dapat mengevaluasi Heavy Duty Pallet Intraco sesuai static, dynamic, dan racking load masing-masing model.
Industri dengan kebutuhan kebersihan
Food and beverage, farmasi, kosmetik, dan fasilitas lain yang memiliki prosedur hygiene dapat mempertimbangkan pallet plastik dengan desain yang mudah dibersihkan.
Untuk kebutuhan tersebut, Super Hygiene Pallet Intraco dapat menjadi salah satu kategori yang dievaluasi.
Lingkungan lembap
Pallet plastik tidak mengalami korosi seperti besi sehingga dapat menjadi pertimbangan untuk area yang berhubungan dengan kelembapan atau pencucian.
Kesesuaian material terhadap temperatur dan bahan kimia tetap harus diverifikasi.
Distribusi dengan pengaruh berat pallet terhadap transportasi
Jika pallet dikirim bersama produk, berat pallet menjadi bagian dari total bobot pengiriman.
Perusahaan dengan jumlah shipment tinggi dapat memasukkan selisih berat pallet sebagai salah satu variabel dalam perhitungan biaya logistik.
Sistem yang membutuhkan ukuran konsisten
Pallet plastik diproduksi menggunakan mould sehingga dimensinya dapat relatif konsisten antarunit pada model yang sama.
Karakter ini dapat menjadi pertimbangan untuk conveyor, warehouse automation, dan sistem yang membutuhkan interface lebih konsisten. Untuk aplikasi otomatis, Intraco juga menyediakan ASRS Pallet.
Kapan Pallet Besi Lebih Sesuai?
Ada kondisi ketika pallet besi dapat menjadi pilihan yang lebih tepat.
Barang memiliki beban atau karakteristik sangat berat
Mesin, dies, tooling, coil, komponen baja, atau material industri berat tertentu dapat membutuhkan konstruksi pallet logam yang dirancang khusus.
Dalam kondisi tersebut, pallet perlu dihitung berdasarkan berat, pusat gravitasi, distribusi muatan, serta titik support.
Lingkungan memiliki risiko benturan mekanis tinggi
Operasional dengan benda logam berat, proses fabrikasi, atau risiko benturan keras dapat membutuhkan struktur logam tertentu.
Kesesuaian tetap perlu ditentukan berdasarkan desain, bukan hanya jenis materialnya.
Temperatur operasional berada di luar kemampuan pallet plastik
Material plastik mempunyai batas temperatur penggunaan.
Untuk proses dengan temperatur tinggi atau paparan panas yang tidak sesuai dengan spesifikasi pallet plastik, solusi logam dapat lebih relevan setelah material dan konstruksinya diverifikasi.
Dibutuhkan pallet custom yang menjadi bagian dari fixture produksi
Pada beberapa proses manufaktur, pallet berfungsi sebagai carrier, fixture, atau dudukan khusus untuk komponen tertentu.
Konstruksi besi dapat memberikan fleksibilitas fabrikasi untuk aplikasi tersebut.
Skenario Pemilihan Pallet Plastik vs Besi
Berikut gambaran sederhana berdasarkan kondisi operasional.
| Skenario | Pilihan yang Layak Dipertimbangkan | Alasan |
|---|---|---|
| Food and beverage dengan pencucian rutin | Pallet plastik hygiene | Mudah dicuci dan tidak mengalami korosi |
| Mesin atau tooling sangat berat | Pallet besi | Dapat dirancang untuk kebutuhan struktural tinggi |
| Closed-loop warehouse | Pallet plastik heavy duty atau besi | Pilih berdasarkan load, damage rate, dan TCO |
| Area sangat lembap | Pallet plastik atau logam dengan perlindungan sesuai | Risiko korosi perlu diperhitungkan |
| Racking gudang | Rackable plastic pallet atau pallet besi terverifikasi | Racking load menjadi parameter utama |
| Cold storage | Pallet plastik dengan material terverifikasi atau solusi lain sesuai spesifikasi | Temperatur operasi perlu diverifikasi |
| High-temperature process | Pallet besi yang sesuai kondisi | Batas temperatur plastik perlu diperhatikan |
| Automated warehouse | Pallet plastik ASRS atau pallet lain yang kompatibel | Konsistensi dimensi dan interface equipment penting |
| Distribusi dengan pallet ikut dikirim | Pallet plastik dapat dipertimbangkan | Berat dan biaya pengiriman menjadi faktor |
| Custom carrier komponen manufaktur | Pallet besi dapat dipertimbangkan | Konstruksi dapat disesuaikan dengan fixture |
Tabel tersebut bukan aturan mutlak. Final selection tetap perlu menggunakan data beban, suhu, equipment, racking, hygiene, frekuensi penggunaan, dan biaya aktual perusahaan.
Bagaimana Menentukan Pilihan Sebelum Membeli Pallet?
Sebelum memilih pallet plastik atau besi, kumpulkan informasi operasional berikut.
1. Hitung berat maksimum muatan
Jangan menggunakan berat rata-rata. Gunakan kondisi beban maksimum yang memang akan terjadi di lapangan.
2. Tentukan pola distribusi beban
Barang dengan berat 1.000 kg yang tersebar merata dapat menghasilkan kondisi yang berbeda dari mesin 1.000 kg yang bertumpu pada empat kaki kecil.
3. Tentukan posisi pallet saat digunakan
Apakah pallet:
- diletakkan di lantai;
- dipindahkan forklift;
- digunakan dengan hand pallet;
- masuk pallet rack;
- melewati conveyor;
- digunakan pada ASRS?
Informasi ini menentukan rating kapasitas yang perlu diperiksa.
4. Periksa kondisi lingkungan
Catat temperatur, kelembapan, pencucian, bahan kimia, paparan outdoor, serta potensi benturan.
5. Tentukan siklus penggunaan
Hitung apakah pallet digunakan untuk shipment satu arah atau terus berputar di dalam closed-loop logistics.
Untuk memahami perbedaan kategori secara lebih menyeluruh, baca jenis pallet dan kegunaannya dalam industri.
6. Hitung biaya selama masa penggunaan
Bandingkan harga beli, handling, transport, maintenance, repair, replacement, dan return logistics.
Dengan data tersebut, perusahaan dapat mengevaluasi biaya per siklus tanpa bergantung pada asumsi bahwa material tertentu selalu lebih murah.
Pallet Plastik atau Besi, Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Pallet plastik dan besi memiliki karakter yang sesuai untuk kondisi berbeda.
Pallet besi layak dipertimbangkan untuk aplikasi dengan tuntutan struktur sangat tinggi, temperatur tertentu, material industri berat, atau kebutuhan carrier custom.
Pallet plastik dapat menjadi pilihan untuk warehouse, distribusi, racking, kebutuhan hygiene, cold chain tertentu, ekspor, hingga automated warehouse selama material dan spesifikasinya sesuai.
Jika kebutuhan perusahaan masih berada dalam kapasitas pallet plastik, Intraco Pallet menyediakan kategori Heavy Duty Pallet untuk penggunaan intensif dan beban lebih tinggi, serta Super Hygiene Pallet untuk lingkungan dengan perhatian khusus terhadap kebersihan.
Sebelum menentukan model, siapkan informasi mengenai ukuran barang, berat maksimum, distribusi beban, penggunaan racking, forklift atau hand pallet, temperatur lingkungan, serta frekuensi penggunaan pallet.
Tim Intraco Pallet dapat membantu mencocokkan kebutuhan tersebut dengan spesifikasi pallet plastik yang tersedia sehingga keputusan pembelian didasarkan pada kondisi operasional perusahaan.



