Jenis Pallet dan Kegunaannya dalam Gudang, Logistik, dan Industri

24 November 2025

Pallet merupakan platform yang digunakan sebagai alas barang agar proses penyimpanan, pemindahan, dan distribusi dapat dilakukan menggunakan forklift, hand pallet, stacker, atau material handling equipment lainnya.

Jenis pallet sangat beragam. Perbedaannya dapat dilihat dari material, desain bagian atas dan bawah, arah masuk garpu, kapasitas beban, hingga pola distribusinya.

Karena itu, istilah pallet kayu, pallet plastik, rackable pallet, pallet 4-way, dan one-way pallet sebenarnya menjelaskan karakteristik yang berbeda. Sebuah pallet plastik, misalnya, dapat memiliki desain rackable, akses forklift 4-way, dan digunakan secara returnable pada saat yang sama.

Memahami klasifikasi tersebut membantu perusahaan menentukan pallet berdasarkan kondisi operasional yang sebenarnya.

Jenis Pallet Berdasarkan Material

Material menjadi klasifikasi paling dasar karena memengaruhi karakter pallet, berat, ketahanan terhadap kondisi lingkungan, cara perawatan, dan aplikasinya.

1. Pallet Kayu

Pallet kayu banyak digunakan pada kegiatan pergudangan dan pengiriman karena tersedia dalam berbagai ukuran serta konstruksi.

Material kayu dapat diperbaiki pada kondisi tertentu, tetapi penggunaannya perlu memperhatikan kelembapan, serpihan, kebersihan, dan ketentuan ekspor.

Untuk pengiriman internasional, wood packaging material tertentu termasuk dalam cakupan ISPM 15 sehingga treatment dan marking perlu mengikuti ketentuan yang berlaku.

Jika pallet digunakan untuk ekspor, baca pembahasan khusus Intraco mengenai apakah pallet plastik perlu fumigasi dan penerapan ISPM 15.

2. Pallet Plastik

Pallet plastik digunakan dalam berbagai aktivitas manufaktur, pergudangan, distribusi, food and beverage, farmasi, cold storage, ekspor, hingga automated warehouse tergantung spesifikasi produknya.

Material yang digunakan pada pallet plastik dapat berbeda antarproduk. Dua jenis material yang umum ditemukan adalah HDPE dan polypropylene atau PP.

Pallet plastik memiliki dimensi yang konsisten, tidak menyerap air seperti kayu, serta relatif mudah dibersihkan. Namun, karakter material dan konstruksi tetap perlu disesuaikan dengan beban, suhu, racking, dan pola penggunaan.

Untuk memahami perbedaannya lebih dalam, baca artikel Intraco mengenai material pallet plastik, jenis, dan karakteristiknya.

3. Pallet Logam

Pallet logam dapat dibuat dari baja, aluminium, atau material logam lainnya.

Jenis ini dapat dipilih untuk aplikasi khusus yang membutuhkan konstruksi tertentu. Berat, biaya, risiko korosi pada material tertentu, dan kompatibilitas dengan sistem handling perlu menjadi pertimbangan.

Penggunaannya banyak bergantung pada kebutuhan industri sehingga pallet logam tidak otomatis menjadi pilihan terbaik hanya karena memiliki struktur yang kuat.

4. Pallet Kertas atau Karton

Pallet berbahan kertas atau karton memiliki bobot relatif ringan dan dapat digunakan untuk aplikasi tertentu yang tidak membutuhkan ketahanan terhadap air maupun penggunaan berulang dengan beban tinggi.

Kemampuan menahan beban sangat bergantung pada desain serta spesifikasi produsennya. Kondisi kelembapan juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi material.

5. Pallet Komposit

Pallet komposit dibuat menggunakan kombinasi material atau material hasil rekayasa untuk mendapatkan karakter tertentu.

Spesifikasi setiap produk dapat berbeda sehingga buyer tetap perlu memeriksa kapasitas beban, ukuran, ketahanan terhadap kondisi lingkungan, dan kompatibilitas dengan sistem handling.

Perbandingan Jenis Pallet Berdasarkan Material

Jenis Pallet Karakter Umum Hal yang Perlu Diperhatikan
Kayu Banyak digunakan dan tersedia dalam beragam konstruksi Kelembapan, serpihan, hama, ketentuan ekspor
Plastik Konsisten, tahan kelembapan, mudah dibersihkan Material, load capacity, temperatur, desain
Logam Struktur kuat untuk aplikasi tertentu Berat, biaya, korosi, kebutuhan khusus
Kertas/karton Ringan untuk aplikasi tertentu Air, kelembapan, kapasitas beban
Komposit Karakter tergantung kombinasi material Spesifikasi produk dan aplikasi

Material merupakan salah satu pertimbangan. Setelah menentukan material, buyer masih perlu memilih desain pallet yang sesuai dengan cara penyimpanan dan handling.

Jenis Pallet Berdasarkan Desain Deck

Deck adalah permukaan bagian atas pallet tempat barang diletakkan. Secara umum, desainnya dapat dibedakan menjadi solid deck dan open deck.

Solid Deck Pallet

Solid deck memiliki permukaan atas yang relatif tertutup.

Desain seperti ini dapat mempermudah proses pembersihan pada aplikasi tertentu dan mengurangi celah tempat material kecil masuk ke dalam struktur deck.

Solid deck sering dipertimbangkan untuk operasional dengan perhatian tinggi terhadap hygiene. Namun, kesesuaiannya tetap perlu melihat material, konstruksi, dan standar fasilitas.

Open Deck Pallet

Open deck memiliki bukaan pada bagian permukaannya.

Desain ini dapat mengurangi berat pallet dan menyediakan jalur drainase pada aplikasi tertentu. Ukuran serta pola bukaan berbeda antara satu produk dengan produk lainnya.

Pemilihan solid atau open deck sebaiknya disesuaikan dengan bentuk barang, proses pencucian, kondisi lingkungan, serta kebutuhan operasional.

Jenis Pallet Berdasarkan Cara Penyimpanan: Nestable, Stackable, dan Rackable

Klasifikasi berikutnya berkaitan dengan bagaimana pallet disimpan ketika kosong atau ketika membawa muatan.

Ketiga istilah ini tidak sebaiknya digunakan secara bergantian karena fungsi desainnya berbeda.

1. Nestable Pallet

Nestable pallet dirancang agar sebagian pallet kosong dapat masuk ke pallet lain saat ditumpuk.

Tujuan utamanya adalah mengurangi volume pallet kosong saat disimpan atau dikirim kembali.

Desain ini relevan untuk sistem yang memiliki reverse logistics atau perlu mengangkut banyak pallet kosong.

2. Stackable Pallet

Stackable pallet dirancang untuk mendukung penyusunan secara vertikal pada kondisi yang sesuai.

Jenis pallet ini banyak digunakan pada penyimpanan di lantai ketika barang dan pallet memang memungkinkan proses stacking dengan aman.

Kemampuan pallet untuk ditumpuk tetap perlu disesuaikan dengan static load, bentuk barang, kestabilan muatan, dan batas stacking yang berlaku.

3. Rackable Pallet

Rackable pallet dirancang untuk digunakan pada sistem pallet racking.

Ketika berada di rack, bagian bawah pallet tidak mendapatkan support penuh seperti saat ditempatkan di lantai. Karena itu, racking load menjadi parameter penting.

Static load yang tinggi tidak berarti pallet memiliki racking load dengan nilai yang sama.

Jika perusahaan menggunakan pallet rack, baca pembahasan Intraco mengenai perbedaan nestable, stackable, dan rackable pallet sebelum menentukan desain yang sesuai.

Jenis Pallet Berdasarkan Arah Masuk Garpu: 2-Way dan 4-Way Entry

Arah masuk garpu merupakan klasifikasi yang berbeda dari one-way atau returnable pallet.

Istilah 2-way dan 4-way menunjukkan dari berapa sisi alat material handling dapat mengakses pallet.

Pallet 2-Way Entry

Pallet 2-way memiliki akses garpu dari dua sisi yang saling berhadapan untuk alat handling yang dimaksud.

Konfigurasi ini dapat digunakan ketika arah handling sudah konsisten dan layout operasional tidak membutuhkan akses dari seluruh sisi.

Pallet 4-Way Entry

Pallet 4-way memberikan akses dari keempat sisi sehingga operator memiliki lebih banyak pilihan arah ketika mengambil atau menempatkan pallet.

Hal ini dapat membantu pada gudang dengan ruang manuver tertentu atau aktivitas handling yang membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi.

Namun, spesifikasi akses forklift, hand pallet, dan stacker harus diperiksa secara terpisah.

Sebuah pallet bisa memiliki forklift entry 4-way tetapi hanya dapat diakses pallet truck melalui dua sisi.

Untuk penjelasan teknisnya, baca artikel Intraco mengenai pallet 2-way vs 4-way untuk forklift dan hand pallet.

One-Way Pallet Bukan Berarti Pallet Hanya Bisa Diangkat dari Satu Arah

Kesalahan istilah ini cukup sering terjadi.

One-way pallet tidak menjelaskan arah masuk garpu.

Istilah one-way berkaitan dengan pola distribusi, yaitu pallet digunakan untuk pengiriman menuju tujuan dan tidak direncanakan kembali ke titik asal sebagai bagian dari siklus logistik.

Karena itu, one-way pallet tetap dapat memiliki akses forklift 4-way.

Sebaliknya, istilah 2-way dan 4-way entry berbicara mengenai akses alat handling dan tidak menentukan apakah pallet digunakan sekali jalan atau berulang.

Memisahkan kedua konsep tersebut penting agar buyer tidak salah membaca spesifikasi pallet.

Jenis Pallet Berdasarkan Siklus Distribusi

Berdasarkan pola penggunaannya, pallet dapat dibagi menjadi one-way dan returnable pallet.

1. One-Way Pallet

One-way pallet digunakan untuk pengiriman satu arah ketika pallet tidak direncanakan kembali ke fasilitas pengirim.

Jenis ini relevan untuk beberapa kegiatan ekspor, distribusi ke pelanggan, atau supply chain dengan proses pengembalian pallet yang tidak ekonomis.

Bobot pallet, biaya pengiriman, kapasitas beban, ukuran, dan kompatibilitas dengan alat handling tetap perlu diperiksa sebelum digunakan.

Intraco menyediakan One Way Cargo Pallet dengan berbagai ukuran dan spesifikasi untuk kebutuhan distribusi satu arah.

2. Returnable Pallet

Returnable pallet digunakan dalam siklus berulang.

Setelah barang sampai di tujuan, pallet dikumpulkan dan dikembalikan untuk digunakan kembali.

Model seperti ini sering diterapkan pada closed-loop logistics antara pabrik, warehouse, distribution center, supplier, atau lokasi lain yang memiliki sistem pengembalian pallet.

Pada penggunaan berulang, perusahaan perlu mempertimbangkan durability, frekuensi handling, kehilangan pallet, biaya return transport, pemeriksaan, dan perawatan.

Baca pembahasan lengkap Intraco mengenai perbedaan one-way pallet dan returnable pallet untuk menentukan pola yang lebih sesuai dengan jaringan distribusi perusahaan.

Ringkasan Perbedaan Klasifikasi Jenis Pallet

Satu pallet dapat masuk ke beberapa klasifikasi sekaligus.

Dasar Klasifikasi Contoh Jenis Menjelaskan
Material Kayu, plastik, logam, karton Bahan pembentuk pallet
Deck Solid, open Bentuk permukaan atas
Penyimpanan Nestable, stackable, rackable Cara pallet disimpan atau ditempatkan
Fork entry 2-way, 4-way Arah akses alat handling
Siklus distribusi One-way, returnable Pola penggunaan dan pengembalian pallet

Sebagai contoh, suatu pallet bisa berupa pallet plastik, solid deck, rackable, memiliki forklift entry 4-way, dan digunakan berulang dalam closed-loop logistics.

Karena setiap klasifikasi menjelaskan aspek yang berbeda, buyer sebaiknya tidak menentukan fungsi pallet dari satu istilah saja.

Jenis Pallet Plastik Intraco Berdasarkan Kebutuhannya

Intraco menyediakan beberapa kelompok pallet plastik yang dapat dipilih berdasarkan kebutuhan distribusi, beban, hygiene, dan sistem gudang.

One Way Cargo Pallet

One Way Cargo Pallet ditujukan untuk kebutuhan pengiriman satu arah.

Kategori ini relevan untuk perusahaan yang tidak membutuhkan pallet kembali setelah produk dikirim. Model yang tersedia memiliki ukuran dan kapasitas berbeda sehingga pemilihannya tetap perlu menyesuaikan barang serta alat handling.

Medium Duty Pallet

Medium Duty Pallet dapat dipertimbangkan untuk aktivitas pergudangan dan distribusi dengan kebutuhan beban menengah.

Setiap model memiliki spesifikasi static, dynamic, dan racking load yang perlu diverifikasi berdasarkan kondisi penggunaannya.

Heavy Duty Pallet

Heavy Duty Pallet ditujukan untuk operasional dengan penggunaan lebih intensif, beban lebih tinggi, dan kebutuhan tertentu seperti racking.

Kategori ini dapat digunakan pada proses manufaktur, warehouse, dan closed-loop logistics jika spesifikasinya sesuai dengan workflow perusahaan.

Super Hygiene Pallet

Super Hygiene Pallet dirancang untuk kebutuhan yang memberikan perhatian tinggi pada kebersihan dan kemudahan pembersihan.

Kategori ini dapat dipertimbangkan untuk food and beverage, farmasi, kosmetik, atau fasilitas lain dengan prosedur hygiene tertentu.

Pemilihan model tetap perlu mempertimbangkan ukuran, beban, temperatur, serta prosedur fasilitas.

ASRS Pallet

ASRS Pallet digunakan untuk sistem Automated Storage and Retrieval System dan lingkungan warehouse automation yang membutuhkan kompatibilitas dengan conveyor, crane, shuttle, atau sistem otomatis lainnya.

Dalam sistem seperti ini, konsistensi dimensi dan kecocokan pallet dengan equipment perlu mendapat perhatian khusus.

Bagaimana Memilih Jenis Pallet yang Tepat?

Pemilihan pallet sebaiknya dimulai dari sistem operasional, kemudian dicocokkan dengan spesifikasi produk.

Gunakan beberapa pertanyaan berikut sebagai panduan.

1. Berapa ukuran barang?

Ukur panjang dan lebar barang setelah disusun. Footprint barang membantu menentukan dimensi pallet yang sesuai.

Periksa panduan ukuran pallet plastik Intraco jika Anda perlu membandingkan beberapa footprint yang umum digunakan.

2. Berapa berat maksimum muatan?

Hitung berat seluruh barang yang akan ditempatkan pada satu pallet.

Setelah itu, tentukan apakah pallet digunakan dalam kondisi diam, bergerak, atau di dalam rack.

Static load, dynamic load, dan racking load memiliki fungsi yang berbeda sehingga angka tersebut tidak boleh dipertukarkan.

Untuk menghitungnya lebih tepat, lihat panduan memilih kapasitas pallet plastik berdasarkan berat barang.

3. Apakah pallet akan masuk racking?

Jika iya, pilih pallet yang memiliki spesifikasi racking load sesuai kebutuhan.

Jangan menggunakan static load sebagai acuan utama untuk penggunaan rack.

4. Material handling equipment apa yang digunakan?

Identifikasi apakah operasional menggunakan:

  • forklift;
  • hand pallet;
  • stacker;
  • conveyor;
  • AGV;
  • shuttle;
  • automated crane.

Kemudian periksa arah masuk garpu dan kompatibilitas pallet dengan equipment tersebut.

5. Apakah pallet perlu dikembalikan?

Jika pallet dikirim dan tidak kembali, one-way pallet dapat dipertimbangkan.

Jika pallet terus berputar di antara beberapa fasilitas, evaluasi returnable pallet dan total biaya selama siklus pemakaiannya.

6. Apakah ada kebutuhan hygiene?

Industri makanan, minuman, farmasi, kosmetik, dan lingkungan tertentu dapat memiliki SOP kebersihan yang lebih ketat.

Dalam kondisi tersebut, perhatikan material, desain permukaan, proses pencucian, dan persyaratan fasilitas sebelum menentukan pallet.

7. Apakah gudang menggunakan automation?

Jika pallet akan digunakan bersama conveyor atau ASRS, jangan memilih berdasarkan ukuran dan load capacity saja.

Toleransi dimensi, bentuk pallet, support point, sensor, conveyor interface, dan sistem otomatis yang digunakan perlu diverifikasi.

Jadi, Jenis Pallet Mana yang Sesuai untuk Kebutuhan Anda?

Jenis pallet dapat dibedakan berdasarkan material, desain, arah masuk garpu, hingga siklus distribusinya. Setiap klasifikasi menjelaskan fungsi yang berbeda sehingga pemilihan pallet perlu melihat keseluruhan workflow.

Pallet 4-way, misalnya, menjelaskan arah akses garpu. One-way pallet menjelaskan pola distribusi. Rackable pallet menjelaskan kesesuaiannya dengan sistem rack. Ketiganya dapat menjadi karakteristik dari satu pallet yang sama jika desain dan spesifikasinya mendukung.

Untuk kebutuhan industri, Intraco Pallet menyediakan pilihan One Way Cargo, Medium Duty, Heavy Duty, Super Hygiene, dan ASRS Pallet.

Sebelum menentukan produk, siapkan informasi mengenai ukuran barang, berat maksimum, pola distribusi beban, penggunaan forklift atau hand pallet, sistem racking, kondisi lingkungan, dan pola distribusi pallet.

Tim Intraco Pallet dapat membantu mencocokkan kebutuhan tersebut dengan kategori serta spesifikasi pallet plastik yang sesuai untuk sistem gudang dan logistik perusahaan.

Other Article

Ingin dapatkan spesifikasi & penawaran terbaik?

Yuk ngobrol dengan tim sales kami!
Please rotate your phone to acccess the website
Yuk ngobrol dengan tim sales kami!