Biaya pallet tidak seharusnya dinilai hanya dari harga pembelian di awal. Untuk penggunaan berulang, perusahaan perlu menghitung Total Cost of Ownership (TCO) yang mencakup harga pallet, jumlah siklus pemakaian, hingga biaya akhir masa pakai.
Pallet dengan harga awal lebih tinggi dapat memiliki biaya per penggunaan yang lebih rendah jika mampu digunakan lebih lama dan sesuai dengan sistem operasional. Mari simak artikel di bawah ini untuk memahami cara menghitung TCO pallet plastik secara sederhana.
Apa Itu Total Cost of Ownership Pallet Plastik?
Total Cost of Ownership (TCO) adalah seluruh biaya yang dikeluarkan perusahaan sejak pallet dibeli hingga tidak lagi digunakan. Perhitungan ini membantu melihat biaya sebenarnya selama masa penggunaan pallet, bukan hanya nominal pada invoice pembelian.
Purchase price hanya menunjukkan biaya pembelian di awal, sedangkan total lifetime cost mencakup seluruh biaya selama pallet digunakan. Kerangka TCO dapat membantu tim logistik membandingkan pilihan pallet secara lebih menyeluruh.
Komponen Apa Saja yang Masuk dalam TCO Pallet Plastik?
TCO pallet plastik terdiri dari beberapa komponen biaya yang muncul selama pallet berada dalam siklus operasional, di antaranya:
1. Biaya Pembelian Pallet
Biaya pembelian dapat dihitung dengan mengalikan harga pallet per unit dengan jumlah unit yang dibutuhkan. Harga pallet dapat berbeda berdasarkan ukuran, material, kapasitas hingga kebutuhan custom.
2. Biaya Cleaning dan Maintenance
Biaya ini dapat mencakup pencucian, sanitasi, inspeksi, tenaga kerja, atau aktivitas pemeliharaan lain yang menjadi bagian dari operasional perusahaan. Besarnya biaya tidak selalu sama karena setiap industri dapat menerapkan SOP yang berbeda.
3. Biaya Kerusakan dan Penggantian Pallet
Pallet yang retak, mengalami deformasi, terkena benturan forklift, atau digunakan melebihi kapasitas dapat membutuhkan penggantian. Jumlah pallet yang harus diganti selama periode penggunaan perlu dimasukkan ke dalam perhitungan TCO.
4. Biaya Pallet Hilang atau Tidak Kembali
Pada sistem returnable, pallet yang tidak kembali perlu dihitung sebagai biaya. Return rate yang rendah membuat perusahaan sulit mendapatkan manfaat maksimal dari pallet yang sebenarnya dirancang untuk digunakan berkali-kali.
5. Biaya Reverse Logistics
Reverse logistics mencakup proses mengumpulkan, menyortir, menyimpan, dan mengirim kembali pallet kosong ke titik awal. Komponen ini sering terlewat ketika perusahaan membandingkan one-way pallet dengan returnable pallet.
6. Biaya Penyimpanan Pallet Kosong
Pallet tetap membutuhkan ruang saat tidak digunakan, terutama jika perusahaan memiliki pallet pool dalam jumlah besar. Storage footprint dapat memengaruhi kebutuhan ruang gudang dan biaya penyimpanan.
Pallet dengan desain nestable dapat membantu mengurangi volume saat kosong. Efisiensi ruang ini dapat menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam perhitungan TCO.
7. Biaya Akhir Masa Pakai
Pallet yang sudah tidak layak digunakan dapat menimbulkan biaya tambahan. Nilai akhir pallet sebaiknya dihitung berdasarkan kondisi dan sistem perusahaan tanpa mengasumsikan adanya nilai jual kembali tertentu.
Baca Juga: One Way Cargo Pallet dan Penggunaannya
Bagaimana Rumus Menghitung TCO Pallet Plastik?
Rumus sederhana yang dapat digunakan adalah:
TCO = biaya pembelian + cleaning/maintenance + reverse logistics + replacement + kehilangan + storage + end-of-life cost
Semua komponen tersebut memberikan gambaran mengenai total biaya pallet selama masa penggunaannya.
Setelah mendapatkan angka TCO, perusahaan perlu menerjemahkannya menjadi biaya per penggunaan agar pilihan pallet dengan harga awal dan umur pakai berbeda dapat dibandingkan secara lebih adil. Berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan.
1. Hitung Total Biaya Selama Masa Penggunaan
Semua biaya perlu dihitung menggunakan periode atau jumlah pallet yang sama agar hasil perbandingan tetap valid. Perusahaan dapat menggunakan horizon satu tahun, tiga tahun, atau jumlah pengiriman tertentu sesuai kebutuhan analisis.
Masukkan harga pembelian, maintenance, replacement, kehilangan, storage, reverse logistics, dan biaya lain yang benar-benar muncul dalam operasional. Hasilnya menjadi total biaya yang dikeluarkan untuk periode tersebut.
2. Hitung Jumlah Penggunaan Efektif Pallet
Jumlah penggunaan efektif tidak hanya berdasarkan theoretical lifespan pallet. Perusahaan perlu memperhitungkan unit yang rusak, hilang, atau keluar dari pool sebelum mencapai umur penggunaan yang direncanakan.
Data jumlah trip yang benar-benar berhasil diselesaikan memberikan gambaran yang lebih realistis. Angka inilah yang nantinya digunakan untuk menghitung biaya per trip.
Cara Menghitung Cost per Trip Pallet Plastik
Cost per trip menunjukkan berapa biaya yang secara efektif dikeluarkan perusahaan untuk setiap perjalanan pallet. Angka ini membantu membandingkan pallet dengan harga awal, umur pakai, dan jumlah cycle yang berbeda.
Rumusnya:
Cost per trip = Total Cost of Ownership ÷ total successful pallet trips
Pallet dengan harga beli lebih tinggi belum tentu menghasilkan cost per trip yang lebih mahal. Jika mampu menyelesaikan lebih banyak trip dengan replacement dan biaya operasional yang terkendali, biaya per penggunaannya dapat menjadi lebih rendah.
Contoh Menghitung TCO Pallet Plastik
Contoh berikut menggunakan angka ilustrasi untuk menunjukkan cara melihat biaya pallet berdasarkan masa penggunaan.
1. Contoh Perhitungan Pallet dengan Harga Awal Lebih Rendah
Misalnya, sebuah pallet memiliki harga beli awal Rp150.000 per unit dengan estimasi umur pakai 2 tahun. Biaya perawatan atau perbaikan diperkirakan sebesar Rp20.000 per tahun.
Biaya pembelian yang dialokasikan per tahun dapat dihitung sebagai berikut:
Rp150.000 ÷ 2 tahun = Rp75.000 per tahun
Jika ditambahkan biaya perawatan, total biaya tahunan menjadi:
Rp75.000 + Rp20.000 = Rp95.000 per tahun
Angka tersebut masih merupakan ilustrasi biaya tahunan, bukan TCO lengkap. Untuk mendapatkan TCO dan cost per trip, perusahaan perlu memasukkan jumlah unit, estimasi cycle, replacement, kehilangan, reverse logistics, storage, serta biaya operasional lain yang relevan.
2. Contoh Perhitungan Pallet dengan Umur Pakai Lebih Panjang
Pallet lain memiliki harga beli awal Rp300.000 per unit dengan estimasi umur pakai 6 tahun atau 72 bulan. Biaya pembelian yang dialokasikan per tahun dapat dihitung sebagai berikut:
Rp300.000 ÷ 6 tahun = Rp50.000 per tahun
Nilai tersebut menunjukkan bahwa harga awal yang lebih tinggi tidak otomatis menghasilkan biaya tahunan yang lebih tinggi.
Faktor Apa yang Paling Memengaruhi TCO Pallet?
Setelah memahami rumus TCO, perusahaan dapat melihat faktor operasional yang paling berpengaruh terhadap biaya. Beberapa faktor tersebut dapat dikendalikan melalui pemilihan spesifikasi pallet dan pengelolaan penggunaannya.
1. Umur Pakai dan Jumlah Siklus
Semakin banyak penggunaan efektif yang dapat dicapai tanpa kenaikan biaya yang tidak proporsional, semakin rendah biaya per trip. Hal ini membuat daya tahan menjadi pertimbangan penting untuk penggunaan pallet dalam jangka panjang.
Pallet untuk penggunaan berulang memiliki kasus bisnis yang berbeda dari pallet untuk sekali kirim.
2. Tingkat Kerusakan Pallet
Pallet yang sering retak, melengkung, atau rusak akan meningkatkan replacement rate dan mengurangi jumlah effective cycles. Kondisi ini membuat biaya yang awalnya terlihat rendah dapat meningkat sepanjang masa penggunaan.
Perusahaan perlu mencari akar masalah kerusakan seperti overload, spesifikasi yang tidak sesuai, atau handling forklift yang kurang tepat. Perbaikan pada proses penggunaan dapat membantu memperpanjang masa pakai pallet.
3. Return Rate Pallet
Pada returnable pool, return rate berpengaruh langsung terhadap tingkat utilisasi aset. Pallet yang mampu bertahan lama tetap tidak memberikan TCO optimal jika banyak unit tidak kembali ke dalam pool.
Tracking, identification, dan prosedur pengembalian dapat membantu perusahaan mengetahui posisi pallet. Data tersebut juga memudahkan perusahaan mengevaluasi tingkat kehilangan dari waktu ke waktu.
4. Biaya Reverse Logistics
Semakin jauh atau kompleks proses pengembalian pallet, semakin besar biaya yang perlu dialokasikan pada setiap cycle. Faktor jarak, frekuensi pengambilan, konsolidasi, dan kapasitas transportasi dapat memengaruhi biaya tersebut.
Kondisi ini membuat one way pallet dapat lebih ekonomis untuk skenario tertentu. Pilihan tersebut dapat masuk akal ketika biaya mengembalikan pallet lebih besar daripada manfaat penggunaan berulang.
5. Kesesuaian Spesifikasi dengan Operasional
Overspecification dan underspecification sama-sama dapat meningkatkan TCO. Pallet yang terlalu ringan untuk aplikasi berat dapat cepat rusak, sedangkan pallet dengan spesifikasi jauh di atas kebutuhan dapat meningkatkan investasi awal tanpa manfaat operasional yang sebanding.
Baca Juga: Pallet Plastik: Keunggulan, Kekurangan, dan Berbagai Kegunaannya
One Way atau Heavy Duty Pallet: Mana yang TCO-nya Lebih Rendah?
Tidak ada satu jenis pallet yang selalu memiliki TCO paling rendah untuk semua kondisi. Pilihannya bergantung pada pola distribusi, frekuensi penggunaan, kemungkinan pallet kembali, serta biaya yang muncul selama siklus penggunaannya.
1. One Way Pallet untuk Shipment Tanpa Return
One Way Cargo Pallet dapat lebih relevan untuk ekspor atau pengiriman ketika pallet tidak ekonomis untuk dikembalikan.
Pilihan ini dapat membantu perusahaan yang memang tidak memiliki sistem pengembalian pallet. Perhitungan TCO tetap perlu mempertimbangkan harga pembelian, efisiensi transportasi, handling, dan biaya terkait lainnya.
2. Heavy Duty Pallet untuk Closed-Loop Logistics
Heavy Duty Pallet lebih relevan ketika perusahaan dapat menggunakan pallet berkali-kali dalam jaringan distribusi yang terkontrol. Harga awal yang lebih tinggi dapat tersebar ke banyak cycle sehingga cost per trip berpotensi menjadi lebih rendah.
Model ini semakin menarik ketika return rate tinggi dan proses reverse logistics sudah berjalan dengan baik. Perusahaan perlu menghitung jumlah successful trips untuk mengetahui apakah investasi tersebut benar-benar memberikan efisiensi.
Hitung Efisiensi Pallet Berdasarkan Biaya Jangka Panjang Bersama Intraco Pallet
Harga pallet yang paling rendah belum tentu memberikan Total Cost of Ownership yang paling efisien. Perusahaan perlu mempertimbangkan umur pakai, jumlah siklus penggunaan, replacement rate, reverse logistics, biaya penyimpanan, hingga kesesuaian spesifikasi pallet dengan kondisi operasional.
Sebagai manufaktur pallet plastik terpercaya di Indonesia dan Asia Tenggara, Intraco Pallet menyediakan berbagai pilihan pallet plastik untuk kebutuhan sekali kirim maupun penggunaan berulang, mulai dari One Way Cargo Pallet, Medium Duty Pallet, hingga Heavy Duty Pallet.
Cek pilihan produk pallet plastik Intraco Pallet untuk membandingkan tipe dan spesifikasi yang sesuai dengan pola distribusi serta kebutuhan operasional perusahaan Anda. Jika masih perlu menentukan jenis pallet yang lebih efisien berdasarkan penggunaan dan biaya jangka panjang, konsultasikan kebutuhan pallet plastik perusahaan Anda dengan tim Intraco Pallet melalui WhatsApp.



